air hujan tak berhenti sedari malam
kembali ia turun hingga petang kelam
tidak menyuburkan tanah atau kolam
tidak mengubah tongkat kayu dan batu
kilau minyak hinggap di keringat
lebih banyak dibawa daripada sesuap nasi
membiarkan kebun sembap
dan pagar besi bergoyang tak henti
kita hanya berada di depan pintu gerbang
dengan senjata api di tangan
dan warganya suka main tangan
menulis pesan-pesan pertolongan
kita baru sampai di depan pintu gerbang
pantaslah mobil sedan menabrak ke garasi
meringkus orang-orang kaya di rumah
tak berdosa ia menyalakan sebatang cerutu
lalu air hujan kembali datang
membuat kuyup bulu mata hingga kaki
kita merintih, mengutuki dokumen lama yang dipuja
'ke depan pintu gerbang kemerdekaan'
Komentar
Posting Komentar